Aku tidak akan menyalahkan Mas Iky. “Aku tidak akan mempermainkan kamu, Sienny. Bokep Thailand Ahh.. Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya.“Bapak belum pulang?” tanyanya padaku.“Belum, Mas.”“Ibu.. Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.“Kamu cantik, Sienny.”Aku cuma tersipu dan berucap,“Teman-teman Mas Iky di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”“Tapi kamu lain, Sienny. Dengan lirih dia berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Sienny. Seolah dia menyatakan bahwa hasrat hatinya padaku adalah kejujuran cintanya, dan akan mampu membuatku yakin akan ketulusannya. pergi..?”“Ke rumah Bude Mami, begitu ibu bilang.”Mas Iky yang sedang duduk di sofa ruang tengah kulihat masih












