“Melamun apa Zainal”, tanya Indah. Kemungkinan-kemungkinan tdk kuperoleh data yg kuperlukan juga kucatat. Bokep STW Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung. Tertidur pulas selama beberapa jam akhirnya aku terbangun oleh suara ketukan pintu. Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yg lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. Konsentrasi tinggi serta posisi duduk dan letak meja didalam penginapan yg sebenarnya tdk ideal untuk dipakai kerja membuat leherku terasa pegal. “Makan aja, kalau tahu kamu baru bangun sudah kubelikan makan tadi”, katanya.




















