Anakku pun begitu. Bokep SMA Tiap hari dia memang mengepel lantai dan itu biasa. “Maafkan saya Kang …” katanya di sela-sela isakan tangisnya. Dia cukup cerdas walau SMK saja tak tamat, karena keburu disuruh menikah oleh ibunya. Tiap hari dia memang mengepel lantai dan itu biasa. Kang…”erangnya. Anak seusia dia umumnya sdh tamat SMU. Memang agak susah, harus perlahan dan bertahap. “Lis…. Lilis menangis. Baru sekarang jg Aku menyadari bahwa bongkahan itu nempel di tubuhku nyaris tak ada penghalang. Sekilas Aku sempat melihatnya lewat dari balik bentangan koranku. “Lis…. Udah lama saya coba menahannya tp saya gak mampu Kang …. “Lis…. Mungkin ini yg tak biasa, dia tampak lebih rapi dari biasanya. Lalu, kubiarkan pikiranku mengelana, kubayangkan bentuk bungkahan yg menekan dadaku, tentunya masih kencang sebab dia belum punya anak dan


















