Sesudah itu ia naikkan lagi tempo genjotannya. Bokeb Kedua tangan Jill melingkari leher pria itu sementara tangan kokoh Pak Fahri juga mulai mendekap tubuh Jill dan membelai punggungnya.Seiring nafsu yang semakin membuncah, Pak Fahri mulai berani meraba buah dada Jill yang semakin menggelinjang mendapat sentuhan di daerah sensitifnya itu. Dilumat, dihisap, dikenyot, dikulum, bibir Jill habis-habisan diserbu Pak Fahri. Tempat saya bikin bakso?” tanyanya.“Ah tentu saja, saya senang sekali mempelajarinya!” sahut Jill antusias, ia bangkit dari kursi dan meraih celananya.“Ehh…ga usah Non, ga usah dipake dulul, takutnya di dalam kotor” Pak Fahri mencegah gadis itu yang hendak memakai kembali pakaiannya, “lagian Non lebih cantik kalau gak pakai apa-apa kok”“Hahaha…” Jill tertawa lepas, “Bapak ini pintar merayu ya….baiklah kalau begitu saya tidak akan pakai dulu bajunya”Akhirnya gadis itu mengikuti pria itu




















