Tak ada satupun yang membuka pembicaraan. Bokep Kali ini ia menarik salah satu tali bra-nya hingga terjatuh sampai ke lengan. Sejuta kesan yang tiada pernah lengkap diurai dengan kata-kata. Kualihkan pandanganku ke arah gelas di atas meja. Maaf kalau membuatmu tersinggung. Kurasakan jemarinya menyisiri rambutku. “Suasana yang tak menyenangkan, kurasa,” ucapnya. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Sedikit gusar aku melangkah mendekatinya, lalu menarik sebelah pahanya. Kurasa aku terlalu emosionil.”
“Tak apa-apa,” balasku tersenyum. Ia masih menatapku tanpa berkata apapun. “Ruang tamu yang nyaman,” ucapnya beberapa saat setelah kuletakkan gelasku ke atas meja. Ia membalikkan tubuh dan membungkuk. Kutekan tubuhku ke tubuhnya, hingga separuh tubuh kami bertindihan di atas sofa.




















