“Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.Tomo mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar.“Aaahh..!!”Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Bokep Jilbab/Hijab Dan lagi, sekarang.. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Tomo. Kenapa??!!”Dia melihatku dengan pandangan marah. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Tomo.”Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Tomo tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Dan setiba di kamar, aku memeluk Tomo sambil mengucapkan terima kasih.“Terima kasih Tomo..aku sayang sekali sama




















