Aku merasakan ujung kontolku menghasilkan unggul tipis, yang aku yakin itu adalah murni daranya. “Nduuk.. Bokep Arab “Inggih Ndoro.., sekarang Tika capek.., Tika pengen bobok..”. aahh..,”. Sambil Tika mengoral kontolku, kaos lusuhnya pun aku angkat dan aku dari tubuh Tika mungilnya. Simbok memakai daster yang lusuh dan sobek disana-sini sedangkan Tika dan Intan sama saja lusuh dan penuh jahitan disana. “Tika malu Ndoro.. Tika diam saja yaa..”. ini namanya kontol Nduk..”. “Kenapa Mbok, inikan sudah malam, nggak apa-apa Mbok aku antar ya?”
Si mbok ini tidak menjawab pertanyaanku dan hanya menunduk ketika dia mau menjawab, dari arah trotoar mencul anak sambil membawa bekicot. Kedua kaki Tika pun sudah tidak beraturan di sana-kesini dan juga kedua menarik-narik seprei kasurku hingga terlepas dari kesulitan.




















