ujarku sambil membalikkan tubuhku.Bisabisa aku telanjang kalau dalam sepuluh game itu aku kalah terus, pikirku dengan sebal. Ssh.. Bokep Berani nggak? Tidak akan macam macam! Kuraih uang tersebut sambil berusaha bangkit dan mengenakan seluruh pakaianku.Setelah itu aku berjalan mendekati tubuh Rosa yang masih meringkuk di sudut ruangan. jeritku sambil berusaha menahan pahanya dgn kedua tanganku, tapi batang k0ntolnya terus melesak masuk, sehingga akhirnya benar-benar terbenam seluruhnya di dalam liang memekku.Jangan keluar di dalam, Pak..! Saat itu sudah hampir jam sepuluh malam, tidak biasanya Rosa berani keluar malam-malam, pikirku heran.Gua abis dari mall di depan, ngecek ATM, siapa tahu kiriman gua udah sampai, buat nalangin bayaran elu, tapi ternyata belum sampai.. Tp tiba-tiba langkahku terhenti saat tangan manajerku menahan pundakku.Terima aja Is, kamu kan lagi butuh uang, lagipula mereka nggak begitu




















