“Iya Tam. Bokep Japan Kalian mau merampokku..?†tanyaku protes melihat Tami sudah menodongkan pistol otomatis yang dilengkapi dengan peredam suara itu ke arah kepalaku. Memasuki ruang penyiksaan. “Siapa kalian ini sebenarnya..?†tanyaku memberanikan diri. Berdering dan berdering minta diangkat. ahhk.. Dian menetesi puting susuku dengan cairan lilin merah besar. Kalau aku tolak, aku merasa merendahkan atau menyepelekan apa yang namanya fans atau penggemar. Pipis lagi. kental..!†sahut Lina. aahk.. Copot celananya, Lin..!†ujar Tami membentak. Kulihat selintas datang Dian dan Tami yang juga telanjang bulat. Kini aku hanya memakai cawat hitam kesukaanku yang sangat ketat sekali dan mengkilap.




















