Kak Tina menatapku. Bokep India Bu Rochim pulang. “Mimpi basah?”. Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar. Aku? Kak Tina pasti sedang merapikan dirinya. Aku segera menyudahi keasyikanku. “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”. Walau
sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. “Sana, Urus sapi”, Usirnya kepadaku. Tanda kamu sudah dewasa”. Memandanginya. Celana
seragamku aku rendam di kamar mandi. Kuambil Nick Carter. Kumasukkan kembali novel-novel
itu. Sana urus sapi”, Kak Tina menepuk bahuku sebelum dia bilang, “Astaga…, kamu ngompol ya, Sapto?”. Aku berlalu menuju kamar mandi, membersihkan diri. Masalahnya aku pernah merasa
bagian bawah tubuhnya berdenyut-denyut saat kutimpa, dan tangannya
merangkulku, dan detak jantungnya keras dan cepat. “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. Beberapa buah novel ada di situ. Rasa
penasaranku makin bertambah. Duduk di sini saja”. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya.




















