Aku memegang celana pendekku di daerah depan. Walau sedikit kesulitan, Kak Tina terus membaca. Bokep “Mimpi..” Aku ingat mimpiku, tapi lalu ingat bahwa aku mimpi dengannya, “Gak mimpi apa-apa”. Aku tak percaya. “Barusan ya?”. “Ini? Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. Aku mulai merasakan kenikmatan.Tiba-tiba terdengar suara sepeda yang disandarkan ke dinding. Mana bisa. Aku memicingkan mata, menguceknya dengan tanganku. Malam-malam, kalau Kak Tina tidur, aku menjelajahi tubuhnya. Kak Tina! Hanya aku dapat warisan dari Kak Tina. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Gadis itu sedang tidur dengan nyenyaknya. Aku tak percaya. Aku melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya.




















