Bahkan aku seharusnya semester akhir masih saja duduk di semester 3.Keluarga marah besar denganku, semua orang memaki ku. Bokep Mama asal aja kalau ngomong…” ucapku dengan nada marah. Karena pak Edi itu terus memandangiku. Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,
“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu. Aku menggerakan tubuhku, braku yang berukuran 36B itu terlihat jelas. Aku hanya berfoya-foya membohongi orangtuaku, uang semesteran jarang aku bayarkan. Denyut jantung berdenyut lebih cepat, tidak biasanya. Mama pun menjemput aku di kost tanpa basa-basi langsung mengajakku pulang ke rumah . Di dalam tanpa HP dan laptop , makan pun diantar pembantu ke dalam.




















