“Waktu chat kamu gak pernah malu-malu? Bokeb Biar aman, aku harus mencegah dia menyemburkan spermanya di dalam rahimku.“Jang..ngannn.. “Enak banget sayang!”Aku menunggu dengan was-was, bersiap menerima guyuran sperma di wajahku.Tapi tidak ada. Kupikir begitu kuberi lampu hijau dia akan langsung bergerak melontarkan bujukannya untuk meniduriku. Aku memandang ke sekeliling, semua orang menatapku yang hampir tertabrak. “Makanya aku bisa nyamperin ke tempat kamu kerja…
“Aku juga inget waktu kamu ngeluh badmood pas lagi dapet…
“Makanya aku tahu banget harusnya kamu lagi subur sekarang…”Perkataannya jelas membuatku panik, otot vaginaku jadi menegang.“Ahhh.. Denting 3 lonceng kecil berbunyi saat pintu terbuka seolah meresmikan penyerahan diriku.




















