Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan. Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. Bokeb terus, enak terus.. bles..” barangku masuk semua. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Ini kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. Mamah juga.. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. ya.. Kudekap erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Perlahan dan akhirnya masuk. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.




















