“Ahh.., Om.. Bokep Thailand iyaa.. Om Robert hanya terdiam sambil mengelus rambutku yang sudah acak-acakan. Sejak kecil aku sudah sering ke sini, namun baru kali ini aku datang sendiri tanpa ayah atau ibuku. Om Robert pun berdiri dan mencium pipiku lembut, kemudian mengantarku ke mobil dan aku pun pulang.Di dalam mobil, supirku yang mungkin heran melihatku tersenyum-senyum sendirian mengingat kejadian tadi pun bertanya. Aku pun balas sun dia walau kagok, “Oh, baik Om. he..” aku tersipu malu.“Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Robert. ngentott.. Om Robert duduk di sebelahku dan kami sama-sama masih terengah-engah setelah pertempuran yang seru tadi.“Sini Om..! Kulitku putih, tinggi sekitar 168 cm dan berat 50 kg.




















