Sambil menatap mataku, dia bertanya, “benarkah?”
Aku mengangguk pelan sambil menagis, “aku hamil, mas…”
Jelas suamiku juga kaget. Indun yang kaget dan ketakutan meloncat ke belakang. Bokep Dengan nekat aku kembali menekan pantatku ke depan. Beberapa saat kami bertiga terdiam bingung dengan apa yang terjadi. Aku segera meraih dasterku dan ikut menghampiri Indun.“Aduh, mas. Suamiku melongo sekarang. Pikiranku berkecamuk tidak karuan. Karena kami menghindari kehamilan, bahkan sebagian besar sperma suamiku masuk ke dalam mulutku. Wakakak” kata suamiku.Aku sungguh tidak tega lihat muka anak itu. Di kampung dia termasuk aparat yang disukai oleh para tetangga.




















