Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Bokep Tobrut Kulihat sebelahku telah kosong. “He eh..!” jawabku singkat.Selanjutnya aku hanya mendengarkan pembicaraannya tanpa banyak berkata-kata. Aku merasakan suatu keganjilan. aku suka itu!” ujarku datar diikuti tawa kami berbarengan. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar kain katun berwarna biru langit yang tipis.Aku segera masuk ke kamar mandi yang masih terletak di dalam ruangan. Aku masih belum dapat berkonsentrasi. “Ahh..!” Gerakannya benar-benar halus dan matang. Kurasakan udara menjadi lebih sejuk. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. Pikiranku menjadi kacau. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. lalu kuajak saja dia bermain-main dengan mulutku, Roy..!”
Aku masih tak menyahut.




















