Selesai mandi, ganti baju, kembali keruang makan. Aku membayangkan tengah berguling-guling sambil mendekap tubuh kak Dewi yang putih mulus. Bokep Colmek Lambat laun aku menyadari, setiap aku bergerak dan menggesek, tubuh kak Dewi ikut bergerak seirama gerakan tubuhku. gak tahan lagi !”,“Tapi Tedy udah janji, gak bakalan merusak.!”, kak Dewi menghiba.“Tedy udah gak tahannnnnn….shhhh !”,“Kak Dewi juga sama. Kondisi seperti itu berlalu cukup lama.Aku keringatan. Aku menggesek dan menggesek. Akupun bergegas menghabiskan sisa makananku.“Kak, maafin Tedy yah !”, kataku sambil meletakan gelas yang airnya habis kuteguk.Kak Dewi tak bersuara, tapi matanya menatapku, penuh keheranan dan tanda tanya, atau mungkin tatapan apa itu artinya.Entahlah.Beberapa hari kemudian setelah situasi dirumah mulai terasa normal, malam itu kak Dewi diruang tengah nonton TV atau mungkin membaca majalah.










