Sherly hanya memejamkan matanya, mungkin karena takut (atau malu?).Dengan menggunakan pentungan hitamnya itu, si Kumis menurunkan celana dalam Sherly dari lutut sampai ke mata kakinya. Ia memanggil dua orang petugas lain di belakangnya dengan gerak isyarat. Bokep Family Aku merasa cemas akan semua ini. Beberapa benda di kantong baju dan celanaku dikeluarkan dan diletakkannya di meja terpisah.Sama halnya seperti yang terjadi pada diriku, si Tegap memeriksa Sherly dari atas ke bawah. Ketiga pria itu (termasuk si Kumis) telah masuk ke dalam ruangan. Alisnya sedikit mengkerut.Selama sekitar 20 detik, aku tak berani memalingkan wajahku untuk melihat apa yang dikerjakan si Tegap pada istriku. Istri saya maju dan mengatakan kepadanya bahwa tas itu miliknya.Petugas tersebut memandangi Sherly cukup lama.




















