Janda kembang gantung, pikirku. Bokeb Dia belum punya anak. Kamipun segera menghabiskan minuman dan segera berangkat ke Puncak. Ia membuka kancing bajuku dan melepasnya. Kuciumi leher dan dadanya. Sepi, karena memang bukan week end. Akupun langsung membalas ciumannya. Terasa sakit tapi aku dapat menikmatinya.“Kita tidak akan kemalaman sekarang, tapi kepagian,” bisikku menggodanya.“Biarin aja, saya besok shift siang jam 3″.Dengan ganasnya aku menciuminya, seperti seekor kucing yang sedang melahap dendeng. Kurenggangkan kedua pahanya. Ohh.. Dengan tangan kananku, kupelintir puting susunya yang sebelah kiri dan mulutku kini menggigit halus puting kanannya. Kebetulan Titin pun keluar dari kamar mandi. Kalau kamu merem aku melek, sebaliknya kalau kamu melek aku yang merem, supaya ada yang jaga,” kataku melempar umpan semakin dalam.“Ayo. Apa sih masalahnya?”“Nggak papa kok.




















