“…”, aku hanya diam. Bokep Korea “mbah,, bangun mbah,,”, kataku sambil menggoyang-goyang badan Mbah Centeng. Hari demi hari berlalu, aku masih mual-mual dan terus menerus dihantui oleh hantu Wawan sampai aku merasa tidak tahan lagi dan hampir gila, saat itulah aku melihat sepotong kertas di dompetku. Setelah itu, tiba-tiba aku tersadar dan membuka mataku, jantungku berdegup kencang seperti sehabis mimpi buruk, tapi itu memang mimpi buruk kurasa. “tuh kan mbah jadi mupeng”. “yaudah,, ayo dimulai aja”, kataku menyela pembicaraan mereka. “yaudah, sini gue bantuin”. “dasar mbah, ngerasain langsung ketagihan”. “oh, bukan, itu, alat pendetektor masalah gaib”. Setelah kupikir-pikir Mbok Tari ada benarnya juga sehingga aku menjadi tenang. “yaa,, plzz dong,, kan sekalian mbah bisa ngentotin dek Vina setiap hari,,plzzz”.




















