Lalu aku menengadah. Aku bisa melirik sebagian kulit pahanya yang mulu. Bokep Arab Matanya berbinar-binar sayu. Hembusan nafasku ternyata membuat rambut-rambut itu meremang.“Indah sekali,” kataku sambil mengelus-elus betisnya. Aku menengadah.“Kurang jelas, Bay?”Aku mengangguk.Bu Lia tersenyum sambil mengusap-usap rambutku. Sejenak aku berhenti menjilat-jilat sisa-sisa cairan di permukaan kewanitaannya.“Aku puas sekali, Bay,” katanya.Kami saling menatap. Aku ingin melihat erotisme di bola matamu ketika menjilat-jilat kemaluanku.”Aku menengadah untuk menatap matanya. Ia lalu menekuk serta meletakkan telapak kaki kanannya di permukaan kursi. Wajahnya memang menawan, dengan sepasang bola matanya yang terkadang terlihat berbinar-binar, atau menatap tajam. Jika sedang tidak ada rekan kerja yang lain, ia pun dengan santai memanggil namaku tanpa embel-embel “Pak”.Tanpa kusadari, lama-lama aku merasa senang memandang wajahnya yang cantik dan lembut menawan.




















