Eksanti bangkit lagi, memandangiku dengan lahap memakan sosis yang agak basah berlumuran cairan cintanya. Bokep SMA “Occhh.., acchh.., ngg..,” cuma itu yang bisa keluar dari mulut Eksanti. Sambil mengobrol kiri-kanan, Eksanti meminta maaf kepadaku, karena ia harus kembali bekerja di pantry untuk menyiapkan makanan. Aku terbahak mendengar ucapan Eksanti yang terus terang itu. Jelas sekali, tubuhnya yang menggairahkan itu tidak memakai sepotong pakaian dalam pun. Inilah yang selama ini diimpikan Eksanti jika bercinta. Betul-betul spontan dan tanpa tedeng aling-aling. Kedua tangan Eksanti kini tak bisa meneruskan pembuatan nasi gorengnya, dan berpegangan di bibir meja, antara bertahan dan menyerah. Pantry di rumah kost Eksanti, walaupun ukurannya relatif kecil tetapi sangat bersih. Eksanti bangkit lagi, memandangiku dengan lahap memakan sosis yang agak basah berlumuran cairan cintanya. sehingga seluruh harum tubuhnya tercium dengan jelas.










