Dia sudah pikun, Ambo.” Saya membalas Ambo dengan nada sehalus mungkin. Lebih baik kau bantu Indo membereskan rumah. Bokep China Mumpung Pongka lagi ramai dan ada soto kuda di setiap rumah,” kataku sehabis melayat dari rumah Supriadi. Hujan masih turun. Keluargamu dari Bone kota bakal datang. Bilamana ada yang mengingkar dan tidak melaksanakannya, kampung kami akan mendapatkan musibah berupa kematian berturut-turut, seolah diracuni alam dan kekuasaan.“Apa seharusnya Ambo konfirmasi ulang sama Sanro? Jalan yang batu dan tanah semakin basah.***Indo tampak sibuk menyiapkan nasi ketan dan telur. Barangkali Dajange menginginkan agar silaturahmi warga semakin erat dengan berlangsungnya Sirawu Sulo yang lebih awal.Semakin langit diselimuti malam, Pongka semakin meriah. Saya tidak pernah menyangka akan berdebat dengan Ambo, Diiringi tangisan yang datang dari langit yang menurunkan air serupa jarum-jarum sehingga genting rumah seolah ditusuk-tusuk.




















