Jawabku lagi.Sekali lagi dia terdiam. Bokeb Mirip Dina Lorenza”, kata Mas Muji dengan sangat wajar.“Nama saya Wijianto, biasa di panggil Muji” katanya lagi sambil mengulurkan tangan mengajak bersalaman.Sita yang kikuk dan bingung menutupi bagian tubuh tertentu. Kemudian kuikat kedua tangan Sita ke belakang, tertekuk sebatas siku ke arah berlawanan sedang mulutnya kusumpal dengan sapu tangan dan kuikat lagi dengan tali ke belakang kepalanya, dan kakinya satu sama lain kuikat dengan tali yang terhubung, dengan sisa jarak kira kira 25 cm, sehingga dia tidak akan bisa berjalan dengan langkah lebar.Kemudian kuminta Sita melakukan exercise dengan berlari mengelilingi kolam yang berukuran 12×5 m sebanyak 60 kali lebih. Oh..Ternyata Slamet pembantu di rumahku. Mas Slamet dan Mas Muji sudah datang, Perkenalkan Mas.. Lama juga Mas Slamet bersalaman, sehingga payudara Sita makin bergoyang kencang.Walaupun




















