Aku berpikir mungkin aku sedang bermimpi. “Kamu sama siapa kesini?” tanyanya.“Sama teman-teman. Bokep Barat Aku juga sudah tahu nomor telpon dan alamat kantormu dari kartu nama yang ada di dompetmu”.Aku tidak bisa berkata apa-apa kecuali mengiyakan permintaannya. Kujilat dan kuisap jempol dan jari-jari kakinya beberapa kali. Dia lalu bertanya padaku.“Mau saya ikat kamu seperti di film itu?”Aku menggelengkan kepala menandakan ketidaksetujuanku. Lagipula aku masih pengin melihat kamu seperti ini. Aku berpikir mungkin aku sedang bermimpi. Siapa tahu nanti akan lebih asyik dan bergairah. Karena aku tak kuat minuman alkohol, jadi kupesan coca-cola. Aku bilang ada sesuatu yang mungkin menarik”.Kujawab, “Gila ya apa kamu. Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku




















